Ngamuk! Hizbullah Gempur 9 Pangkalan Militer Israel Sekaligus Pakai Roket dan Drone

Ngamuk! Hizbullah Gempur 9 Pangkalan Militer Israel Sekaligus Pakai Roket dan Drone

Berita Utama | inews | Jum'at, 14 Juni 2024 - 04:00
share

BEIRUT, iNews.id - Kelompok Hizbullah Lebanon menggelar serangan besar-besaran ke Israel, Kamis (13/6/2024). Ratusan roket dan drone kamikaze menggempur sembilan pangkalan militer Israel sekaligus.

Sumber keamanan mengatakan, ini merupakan serangan terbesar yang dilakukan Hizbullah sejak pecahnya perang Israel-Hamas pada 7 Oktober 2023. Hizbullah turut membantu para pejuang Gaza dengan melancarkan serangan dari Lebanon.

Serangan ini merupakan pembalasan atas gempuran Israel ke Lebanon pada Selasa (11/6/2024) yang menewaskan seorang komandan senior Hizbullah.

Hizbullah menembakkan roket Katyusha dan Falaq ke enam lokasi militer Israel. Sementara itu stasiun televisi yang dikelola Hizbullah, Al Manar, melaporkan lebih dari 100 roket ditembakkan sekaligus.

Bukan hanya itu, Hizbullah meluncurkan serangan drone ke markas komando utara Israel, markas intelijen, dan barak militer.

Sebuah sumber keamanan video mengungkap, setidaknya 30 drone kamikaze diluncurkan sekaligus, menjadikannya serangan terbesar yang dilakukan Huzbullah selama perang yang sudah berlangsung 8 bulan lebih.

Hizbullah dan Israel hampir setiap hari terlibat saling serang sejak Oktober. Namun terjadi peningkatan tajam dalam 2 hari terakhir
setelah serangan Israel yang menewaskan komandan Hizbullah pada Rabu.

Pada hari itu saja, Hizbullah melakukan setidaknya delapan serangan sebagai pembalasan. Akibatnya suara sirene serangan udara terdengar di kota-kota di Israel bagian utara hingga Kamis.

Para pejabat Israel mengatakan, sekitar 40 roket telah ditembakkan dari Lebanon pada Kamis sore saja.

Serangan Israel ke Lebanon telah menewaskan lebih dari 300 pejuang Hizbullah sejak 7 Oktober. Sementara jumlah warga sipil Lebanon yang tewas sekitar 80 orang. Sementara serangan Hizbullah telah menewaskan 18 tentara Israel dan 10 warga sipil.

Topik Menarik