Peristiwa 22 Mei : Air India Express Jatuh hingga Kerusuhan Pasca-Pilpres 2019

Peristiwa 22 Mei : Air India Express Jatuh hingga Kerusuhan Pasca-Pilpres 2019

Berita Utama | okezone | Rabu, 22 Mei 2024 - 06:40
share

BERAGAM peristiwa penting pernah terjadi pada 22 Mei sepanjang masa, baik di dalam maupun luar negeri. Di Indonesia salah satu paling diingat adalah kerusuhan massa pengunjuk rasa memprotes hasil Pemilihan Presiden 2019.

Berikut beberapa peristiwa yang terjadi pada 22 Mei, sebagaimana dikutip dari Wikipedia.org :

1176 - Sultan Salahuddin Al Ayyubi lolos dari percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh Hashshashin di dekat Aleppo

Salahuddin terkenal di dunia Muslim dan Kristen karena kepemimpinan, kekuatan militer, dan sifatnya yang ksatria dan pengampun pada saat ia berperang melawan tentara salib. Dia juga adalah seorang ulama. Ia memberikan catatan kaki dan berbagai macam penjelasan dalam kitab hadits Abu Dawud.

1990 - Republik Arab Yaman dan Republik Rakyat Demokratik Yaman bersatu menjadi Republik Yaman

Negara ini beribukotakan Sanaa dan bersatu dengan Yaman Selatan untuk membentuk Republik Yaman pada 22 Mei 1990.

2010 - Air India Express Penerbangan 812 jatuh saat mendarat di Mangalore

Air India Express Flight IX-812 adalah sebuah penerbangan penumpang internasional yang dioperasikan Air India dari Bandar Udara Internasional Dubai yang jatuh pada 22 Mei 2010 sekira pukul 06:30, setelah keluar landasan di Bandar Udara Internasional Mangalore. Jumlah korban tewas belum diketahui, tetapi sekitar 160 orang diduga tewas. Sementara sumber lain mengatakan sedikitnya 150 penumpang tewas di dalam pesawat.

2011 - Tornado menerjang wilayah Amerika Serikat dan menimbulkan puluhan korban jiwa. Setidaknya 30 orang tewas di Kota Joplin, negara bagian Missouri akibat terjangan tornado.

2011 - Gunung berapi paling aktif Islandia, Grimsvton, meletus pada Sabtu waktu setempat dan mengeluarkan asap putih sepanjang 15 km di udara.

2019 Ustadz Muhammad Arifin Ilham meninggal

Arifin Ilham adalah anak kedua dari lima bersaudara, dan dia satu-satunya anak lelaki. Ayah Arifin masih keturunan ketujuh Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, ulama besar di Kalimantan, sementara ibunya, Hj. Nurhayati, kelahiran Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Ia meninggal dunia pada 22 Mei 2019 setelah dirawat di rumah sakit di Penang, Malaysia, akibat kanker getah bening. Almarhum dikebumikan di kompleks Pesantren Azzikra di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

2019 - Kerusuhan di Jakarta

Demo besar-besaran memprotes hasil Pilpres pada 21 hingga 22 Mei 2019 di Jakarta berakhir dengan kerusuhan. Massa pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak terima dengan hasil diumumkan KPU yang memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

Massa dari berbagai simpul pendukung Prabowo dari berbagai daerah tumpah ruah ke Jakarta dan memenuhi Jalan MH Thamrin atau sekitar Sarinah. Aksi puluhan ribu massa melumpuhkan jalan protokol tersebut. TNI-Polri mengerahkan banyak pasukan untuk menghalau massa.

Puncaknya pada 22 Mei, terjadi bentrokan massa dengan aparat keamanan menimbulkan sejumlah korban, beberapa tewas. Massa juga membakar sejumlah fasilitas umum.

Topik Menarik