Kenapa Malaikat Jibril Tidak Bisa Masuk ke Sidratul Muntaha?

Kenapa Malaikat Jibril Tidak Bisa Masuk ke Sidratul Muntaha?

Berita Utama | okezone | Selasa, 6 Februari 2024 - 14:15
share

KENAPA Malaikat Jibril tidak bisa masuk ke Sidratul Muntaha ? Benarkah demikian? Berikut ini jawaban jelasnya berdasarkan dalil-dalil shahih.

Dilansir Bimbinganislam.com , Ustadz Mu'tashim Lc MA hafidzahullah menerangkan memang ada sebagian riwayat yang menyebutkan bahwa Malaikat Jibril tidak ikut serta bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam ketika naik ke Sidratul Muntaha .

Namun para ulama berselisih terkait sanad yang di dalamnya, sehingga sebagian ulama melemahkan hadist tersebut.

:

: : ( ).

: : (1 / 202).

:

: .

: (2 / 606

Berkata alqodi Iyadh rahimahullah ta'ala, "Annaqos menyebutkan dari Ibnu Abbas dalam kisah Isra-nya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dalam firman Allah Ta'ala."

"Kemudian dia mendekat (pada Muhammad), lalu bertambah dekat." (QS An-Najm: 8)

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam berkata, "Jibril memisahkan diri dariku, segala suara terputus dan aku mendengan kalimat Rabbku seraya berkata: Tenangkan hatimu ya Muhammad, mendekatlah, mendekatlah." (Assyifa 1/202)

Berkata Alkhatib Albaghdadi rahimahullah ta'ala, "Aku bertanya kepada Aba Bakr Albarqony tentang Annaqqos, beliau berkata: Seluruh haditsnya adalah munkar. Dan berkata kepadaku orang yang telah mendengar dari Aba Bakr ketika menjelaskan tentang tafsir annaqqas beliau berkata: Tidak ada padanya hadits shahih." (Tarikh Baghdad; 2/606)

Di sisi lain, sebagian ulama menguatkan pendapat yang menyatakan bahwa Malaikat Jibril tidak ikut bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam ketika naik ke Sidratul Muntaha, sebagaimana yang di sebutkan dalam hadist berikut, pada kalimat, "Kemudian Ibrahim pergi bersamaku ke Sidratul Muntaha."

Dalam riwayat dan kalimat tersebut tidak dijelaskan keberadaan Malaikat Jibril yang menyertai Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam. Ini menunjukkan bahwa Malaikat Jibril tidak bersama Rasulullah.

Berikut hadits yang dimaksud terkait Isra dan Miraj Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Di antaranya hadits shahih yang menyebutkan kisah ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shahihnya, dari sahabat Anas bin Malik.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Didatangkan kepadaku buraaq yaitu yaitu hewan putih yang panjang, lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari baghal, dia meletakkan telapak kakinya di ujung pandangannya (maksudnya langkahnya sejauh pandangannya). Maka aku pun menungganginya sampai tiba di Baitul Maqdis, lalu aku mengikatnya di tempat yang digunakan untuk mengikat tunggangan para nabi. Kemudian aku masuk ke masjid dan sholat 2 rakaat kemudian keluar.

Kemudian datang kepadaku Jibril 'Alaihis salaam dengan membawa bejana berisi khamar dan bejana berisi air susu. Aku memilih bejana yang berisi air susu. Jibril kemudian berkata: 'Engkau telah memilih (yang sesuai) fitrah.'

Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit (pertama) dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya): 'Siapa engkau?' Dia menjawab: 'Jibril.' Dikatakan lagi: 'Siapa yang bersamamu?' Dia menjawab: 'Muhammad.' Dikatakan: 'Apakah dia telah diutus?' Dia menjawab: 'Dia telah diutus.'

Maka dibukakan bagi kami (pintu langit) dan aku bertemu dengan Adam. Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Kemudian kami naik ke langit kedua, lalu Jibril 'Alaihis salaam meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya): 'Siapa engkau?' Dia menjawab: 'Jibril.' Dikatakan lagi: 'Siapa yang bersamamu?' Dia menjawab: 'Muhammad.' Dikatakan: 'Apakah dia telah diutus?' Dia menjawab: 'Dia telah diutus.'

Maka dibukakan bagi kami (pintu langit kedua) dan aku bertemu dengan Nabi 'Isa bin Maryam dan Yahya bin Zakariya Shallawatullahi 'alaihimaa. Beliau berdua menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.

Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit ketiga dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya): 'Siapa engkau?' Dia menjawab: 'Jibril.' Dikatakan lagi: 'Siapa yang bersamamu?' Dia menjawab: 'Muhammad' Dikatakan: 'Apakah dia telah diutus?' Dia menjawab: 'Dia telah diutus.'

Maka dibukakan bagi kami (pintu langit ketiga) dan aku bertemu dengan Yusuf 'Alaihis salaam yang beliau telah diberi separuh dari kebagusan (wajah). Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.

Topik Menarik