Ibu dan Anak Tewas Tinggal Kerangka di Depok Terindikasi Paranoid dan Delusional

Ibu dan Anak Tewas Tinggal Kerangka di Depok Terindikasi Paranoid dan Delusional

Berita Utama | BuddyKu | Sabtu, 7 Oktober 2023 - 13:34
share

JAKARTA - Ketua Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor) Nathanael Elnadus J Sumampow mengungkapkan Grace Arijani Harahap (64) yang ditemukan dalam kondisi sisa kerangka bersama anaknya David Arianto Wibowo (38) dalam rumah di Depok mengalami perubahan interaksi sejak sang suami meninggal dunia.

Bahwa kedua individu ini tinggal di rumah tersebut sejak tahun 1987 dan ada perubahan dalam relasi interaksi dalam keluarga pasca meninggalnya suami kurang lebih tahun 2011, jadi sudah 12 tahun yang lalu, ujar Nathanael saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (6/10/2023).

Nathanael menyampaikan, Grace hanya ibu rumah tangga dan tidak memiliki pekerjaan, juga dengan David yang lulusan SMA dan tidak bekerja.

Berdasarkan penyelidikan, Nathanael mengatakan Grace dianalisis kepribadiannya melalui catatan-catatan yang ditinggalkan, buku-buku yang dibacanya, gaya dan pola hidupnya, serta pilihan makanan dan minumannya. Grace terindikasi paranoid dan delusional.

Kami menemukan adanya indikasi seseorang yang memiliki ciri kepribadian yang bisa kami sebutkan sebagai ciri kepribadian paranoid. Jadi penuh kecurigaan, ada penuh kecemasan, sulit relasi di lingkungan sosialnya dengan orang lain, ujarnya.

Kondisi ini diperburuk pasca suaminya meninggal, di mana sebelumnya suami sangat terlibat, banyak mendukung, memfasilitasi, kebutuhan dan membantu dalam mengurus rumah tangga termasuk keuangan, sambungnya.

Nathanael menambahkan, Grace dinilainya tidak memiliki kemampuan untuk mengelola keuangan dengan baik atas trauma grieving atau duka berkepanjangan setelah suaminya meninggal.

Di mana, kemudian ada indikasi ketidakmampuannya juga untuk mengorganisir kehidupan dengan baik, tidak mampu memilah mana yang penting mana yang tidak penting, sehingga ditegakkan, ada indikasi yang kuat perilaku hoarding atau gangguan penimbunan pada yang bersangkutan, ujarnya.

Jadi secara umum kami menemukan ada kondisi psikologis terkait dengan depresi, psikopatologis yang berkaitan gangguan psikologis dalam bentuk waham, dan juga kami menemukan ada indikat yang cukup kuat berkaitan dengan symptom negatif yang bersangkutan, yaitu dia menarik diri, putus kontak sosial, kurang merawat diri, dan emosi negatif yang cukup intens, katanya.

Sebelumnya, Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, tidak ditemukannya unsur pidana dalam kasus penemuan mayat sisa kerangka tersebut. Terhadap peristiwa yang terjadi di Cinere ini bukan merupakan peristiwa pidana. Disimpulkan bukan merupakan peristiwa pidana, kata Hengki saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat Oktober 2023.

Hengki memastikan kedua jenazah ibu dan anak tersebut tewas diakibatkan bunuh diri. Keduanya, lanjut dia, bunuh diri dengan cara mengurung diri di ruangan sempit. Disimpulkan di sini bahwa mereka bunuh diri dengan cara mengurung diri di ruangan sempit seluas 1,8x1 meter, ditambah lagi dua dupa yang dibakar ini," pungkasnya.

Topik Menarik