Nunung Srimulat Jalani Imunoterapi usai Terkena Kanker Payudara, Metode Apakah Itu?
KONDISI kesehatan Tri Retno Prayudati atau lebih dikenal sebagai Nunung Srimulat pasca-operasi kanker payudara semakin membaik. Nunung kini sudah rampung menjalani masa kemoterapi.
Terlihat tubuh istri Iyan Sambiran itu tampak lebih segar dari sebelumnya. Meski sudah menyelesaikan kemo, Nunung mengaku tengah menjalani pengobatan lanjutan untuk memulihkan kondisinya seratus persen.
"Alhamdulillah ya udah selesai kemonya," ujar Nunung Srimulat saat ditemui di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (23/8/2023).
Nunung kemudian menjelaskan metode pengobatan lanjutannya tersebut. Dia merasa perlu melakukan imunoterapi untuk memulihkan sistem imun dalam tubuhnya.

"Masih diharuskan untuk Imunoterapi itu kan maksudnya nggak seperti kemo. Imunoterapi tuh memang dibutuhkan untuk membangkitkan daya imun dalam tubuh, penting banget imunoterapi," bebernya.
Adapun imunoterapi yang dilakukan sang pelawak berlangsung selama tiga pekan sekali dalam kurun waktu satu tahun.
"Itu anjuran dokter. Cuma kemarin dokter juga masih ngmong pikir-pikir dulu mbak," kata Nunung.
Sebagai informasi, Nunung sebelumnya didagnosa menderita kanker payudara. Setelah mendapatkan hasil biopsi, mantan personel grup lawak Srimulat itu sudah masuk kanker stadium 1.
Awalnya, Nunung sempat takut menjalani kemoterapi. Dia khawatir rambutnya habis alias botak hingga timbul rasa tak percaya diri. Namun, dia akhirnya memberanikan diri untuk periksa ke dokter dan menjalani kemoterapi berkat dukungan dari keluarga dan para sahabat.
Imunoterapi sendiri adalah pendekatan baru yang memanfaatkan kekuatan sistem kekebalan tubuh kita untuk mengidentifikasi dan mengendalikan penyakit seperti kanker.
Jika seseorang memiliki alergi yang buruk, kemungkinan akan mendapatkan suntikan alergi untuk pilek dan mata merah. Setiap suntikan tersebut mengandung sedikit alergen penyebab masalah penyakit.
Suntikan ini membuat sistem kekebalan tubuh seseorang menjadi waspada, namun tidak membuat orang tersebut menjadi sakit. Seiring waktu, dosis akan bertambah besar. Kondisi ini membantu tubuh membangun toleransi terhadap alergen, dengan kata lain, seseorang akan menjadi kebal.
Suntikan alergi tersebut adalah sejenis imunoterapi. Begitu juga dengan vaksin untuk penyakit seperti campak dan gondongan.










