Peneliti Temukan Kuburan Anak Kecil Diduga Vampir, Dikubur Tengkurap Digembok ke Tanah

Peneliti Temukan Kuburan Anak Kecil Diduga Vampir, Dikubur Tengkurap Digembok ke Tanah

Berita Utama | BuddyKu | Selasa, 22 Agustus 2023 - 04:55
share

VAMPIR memang dipercaya sebagai mahluk purba yang memiliki kelainan yakni mengonsumsi darah. Vampir pun dipercaya memiliki kemampuan fisik lebih tingga dari manusia, bahkan bangkit dari kematian.

Tidak heran, jika kemudian banyak perburuan vampir atau bahkan orang-orang yang dianggap berhubungan dengan vampir. Biasanya mereka akan diperlukan dengan cara berbeda, hal ini pun diketahui dari peningalan sejarah.

Salah satunya adalah jazad anak vampir abad ke-17 yang dikubur dengan posisi telungkup dan digembok ke tanah. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meredakan ketakutan penduduk desa bahwa anak tersebut tidak akan kembali dari kematian.

Gembok

Sisa-sisa kerangka anak tersebut, menurut para antropolog berusia 5 hingga 7 tahun dan ditemukan di sebuah pemakaman massal tanpa tanda di desa Pie, Polandia, dekat Ostromecko.

Necropolis, yang secara harfiah diterjemahkan dari bahasa Yunani dari kota orang mati, juga merupakan tempat para arkeolog menemukan seorang wanita "vampir" tahun lalu, yang dikuburkan dengan gembok yang terpasang di jempol kakinya dan sabit yang tergeletak di lehernya. Sama dengan anak tersebut, hal ini dimaksudkan untuk memenggal kepalanya jika ia mencoba bangkit dari kematian.

Profesor arkeologi Dariusz Poliski dari Nicolaus Copernicus University, yang memimpin kedua penggalian tersebut, mengatakan kepada Insider bahwa kedua kuburan tersebut ditemukan hanya berjarak dua meter dari satu sama lai. Menurut timnya, ini merupakan pemakaman sementara bagi mereka yang tersingkir, atau mereka yang tidak diterima di pemakaman umum karena berbagai alasan.

Poliski mengatakan bahwa ia dan para penelitinya telah menemukan sekira 100 kuburan di pemakaman tersebut, banyak di antaranya menunjukkan teknik penguburan yang tidak teratur termasuk taktik "anti-vampir" yang digunakan untuk menghentikan orang bangkit dari kubur. Selain itu, ada juga gembok segitiga yang dipasang di kaki orang agar tetap tertambat di tanah.

Ada beberapa alasan mengapa seseorang mungkin dikuburkan di pemakaman seperti itu. Poliski menyebut Individu tersebut mungkin telah menunjukkan perilaku aneh ketika masih hidup, yang menyebabkan orang lain takut pada mereka. Kemungkinan lainnya adalah mereka mungkin menderita penyakit dengan kondisi fisik yang tidak biasa yang mempengaruhi penampilan mereka.

"Mungkin juga seseorang meninggal dengan cara yang kejam dan tiba-tiba dalam keadaan yang aneh. Kematian mendadak sering dianggap sebagai sesuatu yang harus ditakuti orang," tuturnya.

Memang, penduduk desa pada abad ke-17 rentan terhadap ketakutan tentang anak-anak yang dikuburkan tapi belum dibaptis, serta orang-orang yang meninggal karena tenggelam. Poliski mengatakan bahwa para arkeolog juga menemukan kumpulan tulang belulang di dekat kuburan anak tersebut, serta seorang wanita hamil dengan janin yang diperkirakan berusia 6 bulan.

Matteo Borrini, dosen utama antropologi forensik di Liverpool John Moore University, mengatakan kepada Katherine Tangalakis-Lippert dan Marianne Guenot bahwa praktik "pemakaman vampir" adalah hal yang umum terjadi di seluruh Eropa Kristen sejak abad ke-14.

Orang-orang mengaitkan wabah vampir dengan kematian massal yang tidak dapat dijelaskan pada saat itu, tetapi sekarang diasumsikan sebagai pandemi atau keracunan berskala besar. Pemikiran yang umum adalah vampir ini akan memburu dan membunuh anggota keluarga mereka terlebih dahulu, dan kemudian beralih ke tetangga dan orang lain di desa.

Topik Menarik