Penyebab Tubuh Mudah Kerasukan Makhluk Gaib, Berkaca pada Fenomena Kesurupan Massal
JAKARTA, celebrities.id - Selain kelelahan, penyebab tubuh mudah kerasukan makhluk gaib karena jarang beribadah.
Ya, jagat maya tengah dihebohkan dengan fenomena kesurupan massal yang terjadi di Tanah Air. Peristiwa itu terjadi di salah satu pabrik di wilayah Majalengka, Jawa Barat.
Fenomena itu pun viral usai diunggah akun Twitter, @txtMajalengka. Dalam video yang beredar, nampak sejumlah orang diduga para pegawai mengalami kerasukan. Mereka menangis hingga histeris berjamaah.
Salah satu yang menghebohkan publik ialah dugaan kondisi para pekerja pabrik yang kelelahan sehingga memicu terjadinya kerasukan massal. Usut punya usut, para pekerja di pabrik itu bekerja dari pukul tujuh pagi hingga sembilan malam.
Lantas, apakah kelelahan bisa memicu terjadinya kesurupan?
Ahli Medium Interdimensional, Furi Harun pun menanggapi fenomena tersebut. Dia mengatakan faktor kelelahan hingga stres bisa saja memicu seseorang dirasuki makhluk gaib.
Bisa saja terjadi karena faktor kelelahan, banyak pikiran, kesedihan yang terlalu berat bisa mengakibatkan seseorang diganggu makhluk halus, kata Furi saat dihubungi tim MNC Portal Indonesia, Jumat (7/7/2023).
Kondisi tersebut bisa diperparah dengan rohani seseorang yang juga lemah atau tak stabil. Seseorang yang jarang berdoa dan beribadah juga besar kemungkinannya untuk dirasuki makhluk halus.
Apalagi bila orang tersebut jarang sekali berdoa, makhluk ini bisa saja mengundang teman-temannya untuk melakukan hal yang sama dan menyerang seseorang dengan kondisi setengah sakit, katanya.
Meski faktor kelelahan bisa menjadi faktor seseorang mengalami kerasukan, tak semuanya bisa dengan mudah dimasuki makhluk gaib begitu saja. Tentu seseorang dengan ibadah yang kuat bisa lebih sulit mengalami kerasukan ini.
Karenanya, Furi mengimbau agar masyarakat bisa selalu menjaga hati mereka dengan doa dan memperkuat ibadah agar tak mudah dirasuki oleh makhluk-makhluk tak kasat mata.
Meskipun banyak sekali yang kesurupan, tapi kan ada orang-orang yang tetap sadar. Artinya tidak semua manusia bisa diganggu, terutama mereka yang meskipun lelah tapi dia masih waspada dan senantiasa berdoa di dalam hatinya, kata Furi.










