Jokowi Sebut Wajar Berdiskusi dengan Parpol, Noval Assegaf: yang Tidak Wajar Bahas Capres dan Cawapres
FAJAR.CO.ID,JAKARTA Presidem Joko Widodo (Jokowi) menjawab tudingan yang kerap dialamatkan padanya belakangan ini. Bagwa ia ikut campul dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Menjawab itu, dalam keterangannya ia mengatakan wajar saja ia berdidkusi politik. Mengingat dirinya pejabat punlik sekaligus pejabat politik.
Jokowi menegaskan statusnya bukan hanya kepala negara, melainkan juga pejabat politik. Oleh karena itu dia merasa wajar jika berdiskusi dengan partai-partai politik, ujar Noval Assegaf dikutip dari
cuitannya di Twitter, Jumat (5/5/3023).
Ia tak membantah soal Jokowi berdiskusi politik, hanya saja Noval Assegaf pembahasannya. Menurutnya, tifak wajar presiden bahas calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).
Yang tidak wajar bahas capres dan cawapres pengganti pak. Seharusnya Jokowi dulu diberi penataran bagi presiden, terangnya.
Diketahui, sorotan kepada orang nomor satu di Indonesia itu makin masif usai ia mengundang Ketua Umum (Ketum) Partai Politik Koalisi Pemerintah ke istana.
Pada pertemuan itu, hadir enam Ketum Partai. Mereka yang hadir yakni Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Plt Ketum PPP Mardiono, Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PAN Zulkfli Hasan, dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar.
(Arya/Fajar)










