Tambang Timah Longsor 5 Penambang 1 Operator Alat Berat Terkubur

Berita Utama | sindonews | Published at Sabtu, 29 Agustus 2020 - 21:07
Tambang Timah Longsor 5 Penambang 1 Operator Alat Berat Terkubur

Tambang timah di wilayah Sarang Ikan, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah longsor pada Sabtu, 29 Agustus 2020 sekitar pukul 10.00 WIB. Akibatnya lima orang penambang timah terkubur hidup-hidup dan satu operator alat berat berikut excavator tertimbun.

Berdasarkan informasi yang diterima dari salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, hingga malam ini pun proses evakuasi kelima orang penambang terus dilakukan. (Baca: Gamawan Fauzy Beri Petuah ke Balon Wagub Sumbar soal Milenial)

"Ada lima orang yang terkubur dan sudah ada tiga orang penambang yang berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (29/08/2020).

Dia mengatakan saat ini sedang dilakukan pencarian korban lain yang belum ditemukan. "Masih ada dua korban yang belum ditemukan, saat ini masih terus dilakukan pencarian," pungkasnya. (Bisa diklik:Motif Pengeroyokan Anggota Brimob Masih Diselidiki, 3 Pelaku Sudah Diamankan)

Lokasi kecelakaan tambang ini sekitar 2 jam perjalanan dari Koba, Ibu Kota Kabupaten Bangka Tengah. Sinyal ponsel juga susah di lokasi kecelakaan tambang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Tengah, Yudi Sabara mengungkapkan jika jumlah korban yang tertimbun dalam Lakatambang tersebut berjumlah enam orang.

"Info sementara terjadi longsor laka tambang Tambang Inkonfensional (TI) Fuso dengan jumlah korban enam orang, dimana lima orang pekerja tambang dan satu operator alat berat excavator berikut alat beratnya tertimbun, ujarnya, Sabtu (29/08/2020).

Hingga malam ini baru ditemukan tiga orang korban dalam keadaan meninggal dunia.

"Sampai malam ini baru ditemukan 3 orang, dan 3 orang korban lainya masih proses pencarian," terangnya.

Tim BPBD Kabupaten Bangka Tengah pun baru akan di terjunkan pada Minggu (30/08) pagi besok, mengigat informasi laktambang baru diterima pada Sabtu sore.

"Informasi ini kita baru terima sore tadi, jadi kita akan menerjunkan tim minggu pagi besok, kalaupun kita terjunkan malm ini tidak memungkinkan karena kelokasi tidak bisa di tempuh dengan kendaraan roda empat biasa, sehingga kita putuskan berangkat pada minggu pagi besok" jelasnya.

Lebih lanjut, menurutnya asal keenam korban berasal dari luar Kabupaten Bangka Tengah, yakni 5 orang pekerja berasal dari Lampung dan seorang korban lainya dari Palembang.

"Untuk informasi nama dan usia masih kita telusuri," pungkasnya.

Artikel Asli