Tren Kesembuhan Pasien Covid-19 di Papua Positif, Panglima TNI Apresiasi Satgas

Berita Utama | inewsid | Published at Sabtu, 29 Agustus 2020 - 18:17
Tren Kesembuhan Pasien Covid-19 di Papua Positif, Panglima TNI Apresiasi Satgas

JAKARTA, iNews.id - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengapresiasi kinerja Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di Provinsi Papua yang dinilai serius melaksanakan tugasnya. Ini terbukti dari tren positif angka kesembuhan di provinsi ini.

Dari laporan dari Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua M Ridwan Rumasukun terkait dinamika Covid-19 di Provinsi Papua, angka kesembuhan 85 persen atau 3.109 dari total 3.656 kasus terkonfirmasi positif.

Data ini disampaikan kepada Panglima TNI didampingi Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis yang memimpin rapat secara virtual dengan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Papua melalui video conference (vicon) bersama para pejabat daerah Provinsi Papua di VIP Room Bandara Sentani Jayapura, Sabtu (29/8/2020).

Menurut Panglima TNI, tren positif ini menjadi bukti keseriusan Satgas dalam melaksanakan tugas, setelah Provinsi Papua termasuk ke dalam delapan provinsi prioritas yang mengalami lonjakan kasus positif beberapa waktu yang lalu. Angka kesembuhan ini dinilai tren yang baik dan membangkitkan optimisme melawan pandemi Covid-19.

"Penurunan angka rata-rata hingga di bawah 1 selama dua minggu lebih menjadi salah satu indikator terkendalinya pandemi di Provinsi Papua," kata Panglima TNI.

Namun, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan, perjuangan melawan Covid-19 masih panjang. Salah satu yang menjadi tantangan, yakni proses pembuatan vaksin yang saat ini masih dalam tahap uji klinis.

"Tidak hanya Indonesia, semua negara saat ini sedang berlomba untuk menemukan vaksin Covid-19," ujarnya.

Menurut dia, tantangan Provinsi Papua berikutnya seperti yang disampaikan Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua, masih banyak masyarakat yang rentan. Kondisi ini baik karena penyakit penyerta seperti HIV/AIDS, malaria, jantung dan diabetes maupun balita yang mengalami kekurangan gizi ataupun gizi buruk.

"Hal ini tentu harus menjadi perhatian bersama karena pandemi ini membutuhkan penanganan dengan cara-cara extraordinary, melibatkan semua pihak termasuk masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dalam upaya pencegahan," kata Panglima TNI.

Panglima TNI lebih lanjut menyampaikan, langkah inovatif 6 Wajib (Wajib Berdoa, Wajib Periksa, Wajib Masker, Wajib Cuci Tangan, Wajib Jaga Jarak, Wajib Tinggal di Rumah) telah sejalan dengan kampanye pemerintah dalam penanganan pandemi. Karena itu, dia menilai langkah itu patut diapresiasi.

Dia kembali menegaskan, penanganan Covid-19 daerah harus benar-benar membangun sinergi dengan Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional untuk bersama-sama menjaga agar masyarakat tetap produktif, sehat dan aman dari Covid-19. Sebab, kesehatan masyarakat menjadi modal utama untuk kembali menggerakkan roda perekonomian.

Panglima TNI juga menyampaikan agar seluruh aparat kewilayahan mendukung pemerintah daerah dalam rangka menjaga kedisplinan protokol kesehatan. Kemudian, siap membantu transportasi melalui udara jika diperlukan untuk mendukung keberhasilan melawan Covid-19.

Turut hadir dalam rapat tersebut, Pangkogabwilhan III Letjen TNI Ganip Warsito, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Arios Tiopan Aritonang, Aslog Panglima TNI Marsda TNI Kukuh Sudibyanto, Asops Kapolri Irjen Pol Herry Rudolf Nahak, Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Pol Sigit Widiatmono, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono, Pangdam XVI/Cendrawasih Mayjen TNI Herman Asaribab, dan Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw. Pejabat TNI-Polri dan pemerintah setempat juga hadir.

Artikel Asli