WHO Mulai Terima Vaksin COVID-19 dari Seluruh Dunia Pekan Depan

Berita Utama | sindonews | Published at Sabtu, 29 Agustus 2020 - 19:20
WHO Mulai Terima Vaksin COVID-19 dari Seluruh Dunia Pekan Depan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pekan depan akan menerima serangkaian vaksin COVID-19 yang datang dari berbagai negara. Rencananya, vaksin ini akan diperuntukkan untuk seluruh dunia. (Baca juga: Gawat, Layanan Stasiun Stasiun Luar Angkasa Internasional Segera Berakhir)

Namun, Amerika Serikat, Jepang, Inggris, dan Uni Eropa telah mencapai kesepakatan mereka sendiri untuk mengamankan jutaan dosis vaksin COVID-19 bagi warganya. Hal ini mengabaikan peringatan badan PBB tersebut bahwa "nasionalisme vaksin" akan menekan pasokan.

Para ahli memperingatkan jika negara lainnya juga melakukan hal sama, maka strategi WHO untuk memerangi pandemik virus Corona secara global dan adil berisiko gagal. "Jika itu terjadi, cukup jelas bahwa volume vaksin yang tersedia tidak mencukupi untuk negara lain, terutama dalam enam hingga sembilan bulan pertama," kata Alex Harris, Kepala Kebijakan Global di badan amal kesehatan Wellcome Trust, dikutip dari Reuters, Sabtu (29/8/2020).

Negara-negara yang ingin menjadi bagian dari inisiatif WHO, yang dijuluki COVAX, harus mengirimkan pernyataan ketertarikan paling lambat hari Senin (31/8/2020).

Lebih dari 170 negara, termasuk Kanada, Norwegia, Korea Selatan, dan Inggris, telah mengajukan pernyataan minat yang tidak mengikat untuk berpartisipasi dalam skema tersebut.

Skema seperti ini oleh WHO disebut-sebut sebagai satu-satunya inisiatif global untuk memastikan vaksin COVID-19 tersedia di seluruh dunia, baik untuk negara kaya atau negara miskin.

Dalam program COVAX telah terdaftar sembilan kandidat vaksin COVID-19 dan menetapkan rencana untuk mendapatkan dan mengirimkan 2 miliar dosis pada akhir 2021. Vaksin disebar ke seluruh negara yang mendaftar.

WHO berusaha untuk membuat negara-negara kaya ikut serta secara penuh melebihi janji pendanaan dan kata-kata hangat tentang menyumbangkan kelebihan vaksin di negaranya. (Baca juga: PWI Lampung Utara Kecam Tindakan Kekerasan Terhadap Wartawan)

Pekan lalu, Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengkritik negara-negara penimbun vaksin. Dia memperingatkan bahwa strategi tersebut akan memperburuk pandemik.

Artikel Asli