Fuckboy Hobi Bungkus Cewek di Klub Malam, Ingat Vaksin HIV Belum Ada Lho!

Fuckboy Hobi Bungkus Cewek di Klub Malam, Ingat Vaksin HIV Belum Ada Lho!

Berita Utama | BuddyKu | Rabu, 21 Desember 2022 - 01:45
share

SAAT ini sedang trending perilaku fuckboys yang luar biasa. Mereka keluar-masuk klub malam, mencari mangsa, cewek untuk dibungkus. Perilaku seksual terlalu bebas ini sebenarnya tak baik bagi kesehatan.

Apalagi kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) merebak lagi. Setelah adanya data yang menunjukkan banyak mahasiswa di Bandung terkena HIV.

Banyak orang kena HIV akibat gaya hidup seks bebas seperti yang dilakukan para fuckboys, seperti bungkus sembarang cewek di klub malam, sleepover date, FWB-an dengan banyak orang, atau one night stand.

bungkus cewek

Ketua Satgas HIV Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr Endah Citraresmi, SpA(K), mengatakan, penyakit HIV memang masih belum memiliki penangkal. Meskipun sudah lama ada, tapi sampai saat ini belum ada yang menemukan vaksin untuk HIV.

"Sampai hari ini belum ada vaksin berhasil dibuat. Banyak lab yang meneliti tapi sampai saat ini belum ada yang berhasil," katanya.

Oleh karena itu, dr Endah mengimbau agar para orangtua melakukan pemeriksaan sejak dini. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi lebih cepat sehingga cepat dapat penanganan agar virus dapat diminimalisasi.

Pemeriksaan dilakukan di Rumah Sakit untuk seluruh anggota keluarga. "Pertama kalau ada ibu terinfeksi HIV, anaknya harus diperiksa, anak kandungnya. Semua harus diperiksa, jangan tunggu gejala dulu," imbuhnya.

Dia menegaskan bahwa sekitar 90% penularan kasus HIV pada anak, dimulai dari ibu ketika mengandung dan melahirkan (persalinan).

Lebih lanjut, ia menyinggung faktor lain yaitu adanya seks bebas, juga kontak seksual dari pasangan LGBT atau hubungan antar sesama lelaki.

"Penularan dari kehamilan dan persalinan itu lebih dari 90% tetapi kita juga punya kasus-kasus terjadi di remaja yang penularannya horizontal bukan vertikal," jelasnya.

"Di mana vertikal ini dari ibunya, kalau horizontal dari penderita sangat dikhawatirkan dari LGBT, dan juga seks bebas terutama yang sesama jenis," tambahnya.

Topik Menarik