Kenalan dengan Vera Mulyani, Diaspora Indonesia yang Jadi Arsitek Mars Pertama di Dunia

Kenalan dengan Vera Mulyani, Diaspora Indonesia yang Jadi Arsitek Mars Pertama di Dunia

Berita Utama | reqnews.com | Kamis, 4 Agustus 2022 - 08:20
share

JAKARTA, REQnews - Jadi arsitek di Bumi sudah biasa, tapi gimana rasanya jadi arsitek untuk Mars? Gak kebayang ya seperti apa tugasnya, bahkan mungkin masih dianggap mustahil oleh kebanyakan orang.

Tapi itulah profesi unik yang dilakoni Vera Mulyani, seorang diaspora Indonesia yang kini menetap dan bekerja di Amerika Serikat. Vera disebut sebagai \'Marschitect\' pertama di dunia.

Pada tahun 2015, diaspora Indonesia di California ini mendirikan Mars City Design (@marscitydesign) atau platform untuk merancang kota ramah lingkungan yang berkelanjutan di Mars. Dari sanalah proyek impiannya "membangun hunian manusia" di Mars perlahan mulai direalisasikan.

Vera sendiri diketahui merupakan perempuan yang lahir dan besar di Jakarta. Untuk sampai di titik ini, perjalanan hidupnya tak mudah. Ia bahkan sempat ikut merasakan imbas kerusuhan 1998.

Namun Vera tak putus asa. Ia malah termotivasi untuk menggapai cita-citanya mengeksplorasi planet-planet. Ia pun belajar bahasa asing yang mengantarkannya bekerja sebagai penerjemah di perusahaan majalah Inggris dan Prancis.

Kemudian ia berkuliah di Paris mengambil jurusan arsitektur dan desain perkotaan. Setelah lulus, Vera pindah ke New York dan tertarik dengan cerita visual, ia pun terjun ke dunia perfilman sebelum akhirnya terekspos dengan industri ruang angkasa di Los Angeles.

"Sebenarnya pada saat itu saya pikir waduh saya selalu berpindah jalur dan tidak yakin apakah hidup saya masuk akal, tapi saya hanya mengikuti intuisi dan selalu bertemu dengan kerabat sepanjang perjalanan yang bisa membantu saya melanjutkan tahap berikutnya," kata Vera, dikutip Kamis, 4 Agustus 2022.

Sebagai informasi, menurut penelitian NASA di Mars ditemukan bahwa ada sedimen yang mengandung tanah liat yang menunjukkan keberadaan air dalam jangka panjang.

Berdasarkan temuan itu, para peneliti planet menyimpulkan bahwa tanah di Mars menunjukkan kondisi layak huni sekitar 3,8 miliar tahun hingga 2,5 miliar tahun yang lalu.

Topik Menarik