Loading...
Loading…
Ketua DPRD DKI Sebut Anies Berbohong Jika Tak Ambil Untung dari Revitalisasi TIM

Ketua DPRD DKI Sebut Anies Berbohong Jika Tak Ambil Untung dari Revitalisasi TIM

Berita Terkini | inewsid | Kamis, 27 Februari 2020 - 19:24

JAKARTA, iNews.id - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi tidak percaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) tidak mengambil keuntungan dari proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM). Prasetyo mengatakan itu menanggapi pernyataan Anies Baswedan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi X DPR hari ini.

Pras begitu sapaan Prasetyo menilai, revitalisasi TIM yang digembar-gemborkan akan bertaraf internasional tidak mungkin tidak mengambil keuntungan.

"Kalo dibilang enggak ada keuntungan di situ bohong lah pak. Wong internasional pasti ada keuntungan mengundang orang. Nah, ini saya minta di dalam rapat dengar pendapat dengan komisi X ini kita minta terbuka," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Pras minta Anies dapat mengelola anggaran yang diberikan anggota Dewan untuk revitalisasi kawasan TIM dengan baik. DPRD, menurut dia, tak pernah menghambat namun mendorong Pemprov DKI agar memperbaiki cara komunikasi untuk menyelesaikan keributan dengan para seniman.

"Ini kan enak jalannya, tapi enggak tahu di lingkaran Pak Gubernur itu apa saya enggak mengerti ini. Apa ada tim bayangan-bayangan atau apa, saya enggak ngerti. Saya lihat saya enggak mau kecolongan. Tanda tangan banggar tanda tangan saya, ada apa-apa kena saya," tuturnya.

Pras menilai komunikasi jajaran Pemprov DKI tidak baik seperti dengan para seniman yang menolak revitalisasi TIM. Bahkan, Deputi Pariwisata yang menemui Anies justru malah ribut dengan para seniman.

"Nah, ini ada salah satu Deputi Pariwisata diajak ketemu ujungnya berantem, loh iki piye. Saya enggak subjektif, saya kritisi ini tapi hold dulu, coba komunikasi dulu dengan masyarakat dan seniman," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menghadiri rapat bersama Komisi X DPR, Kamis (27/2/2020). Agenda rapat membahas revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.

Pada kesempatan itu, Anies memastikan tidak ada komersialisasi seniman dari kebijakan revitalisasi. Pemprov DKI lebih mementingkan nilai manfaat dari revitalisasi tersebut.

"Ada kekhawatiran nanti usahanya mencari pendapatan tinggi. Kalau DKI pendapatan sumber yang lain bisa lebih tinggi, bukan kebudayaan dicari untung. Ini sebenarnya tidak ada untungnya, tapi manfaatnya besar," ujar Anies, di ruang rapat Komisi X DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis (27/2/2020).

Original Source

Topik Menarik