Loading...
Loading…
AS Tetap Negara Paling Berpengaruh di Dunia

AS Tetap Negara Paling Berpengaruh di Dunia

Berita Terkini | sindonews | Kamis, 27 Februari 2020 - 12:06

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) tetap menjadi negara paling berpengaruh di dunia disusul Jerman dan Inggris yang berada di peringkat kedua dan ketiga. Itu berdasarkan pemerintahkan mengenai soft power.

Di tengah ketidakpastian Britain Exit (Brexit) dan menurunnya performa militer, Inggris tetap di atas Rusia dan China dalam kemampuan menggiring opini serta perilaku negara, orang, dan organisasi di seluruh dunia. Hard power lebih cenderung menggunakan militer dan ekonomi untuk memaksa seseorang mengikuti keinginan mereka, sedangkan soft power lebih bergantung pada seni diplomasi dan persuasi.

"Saya percaya diri Global Soft Power Index akan memberikan kontribusi besar terhadap teori dan praktik diplomasi serta kebijakan luar negeri terus berkembang," kata mantan Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki Moon dilansir Daily Mail.

Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia menduduki peringkat ke-41 dengan nilai total 33,4. Untuk familiaritas dengan nilai 5,4; pengaruh sebesar 3,2; dan reputasi hanya 5,8. Indonesia kalah jauh dengan Malaysia pada peringkat ke-33 dan Singapura pada peringkat ke-20. Untuk negara dengan peringkat terbawah adalah Myanmar, Irak, Kazakhstan, Bangladesh, dan Nigeria.

Pemeringkatan tersebut dilaksanakan Brand Finance, sebuah firma yang mengurusi brand. Kajian itu mewawancara 1.000 pakar, termasuk politikus dan pemimpin bisnis. Selain itu, penelitian tersebut juga mewawancara 54.000 orang di 100 negara.

Negara maju di Barat pada umumnya memang mendapatkan nilai baik. Sedangkan negara yang menghadapi konflik pada umumnya berada di peringkat bawah bersama negara dengan ekonomi lemah. AS tetap menempati negara berpengaruh dalam soft power dan terus konsisten karena memiliki hal kuat dalam hal diplomasi, kesuksesan olahraga, hiburan, sains, serta pengaruh media. Dalam survei juga menunjukkan selama pemerintahan Presiden Donald Trump menunjukkan persepsi kepercayaan dan kesukaan terhadap AS memang mengalami penurunan.

Jerman mendapatkan posisi positif dalam soft power karena memiliki ekonomi yang stabil dan kerap membantu negara lain. Kebijakan Kanselir Angela Merkel membuka pintu bagi imigran yang merusak reputasinya di dalam negeri, tetapi itu dipandang positif di luar negeri. Kalau Inggris tetap mendapatkan pengaruh besar meskipun karena memiliki persemakmuran dan pengaruh keluarga kerajaan yang masih besar. Meski menghadapi badai Brexit, peneliti menilai Inggris juga semakin kuat di mata dunia internasional.

"Persepsi terhadap para pemimpin Inggris masih rendah karena perubahan pemerintahan dan penundaan proses Brexit," kata CEO Brand Finance, David Haigh.

Sedangkan China menempati peringkat kelima dan Rusia di peringkat ke-10 meskipun kedua negara memiliki pengaruh politik dan kepemimpinan yang kuat. Namun, nilai reputasinya hancur. "Kegagalan mengawinkan pengaruh kuat dan reputasi positif menjadi hal sulit dalam soft power," demikian keterangan penelitian Brand Finance. (Andika H Mustaqim)

Original Source

Topik Menarik