Loading...
Loading…
Istana Tegaskan Tak Reaksi Berlebihan soal Virus Korona

Istana Tegaskan Tak Reaksi Berlebihan soal Virus Korona

Berita Terkini | okezone | Rabu, 05 Februari 2020 - 13:41

JAKARTA - Juru Bicara Presiden RI, Fadjroel Rachman menegaskan Indonesia tidak bereaksi berlebihan dalam merespons wabah virus korona yang terjadi di China. Menurut dia, kebijakan pembatasan dari dan ke China adalah hal wajar demi memproteksi warga negara Indonesia (WNI).

"Tidak (bereaksi berlebihan). Karena tindakan pemerintah Indonesia juga dilakukan oleh pemerintah lain di dunia. Hingga nanti saatnya akan dicabut oleh WHO, berupa pelarangan yang terkait merebaknya virus korona tersebut," kata Fadjroel di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Fadjroel menegaskan, Indonesia hanya memberlakukan larangan impor sementara bagi hewan hidup ( life animal ) dari China. Sementara komoditas lainnya tetap diperbolehkan. Larangan impor hewan hidup dilakukan untuk mencegah masuknya virus korona ke Tanah Air.

"Kami hanya bisa menanggapi bahwa terkait dengan pelarangan terkait life animals , bukan yang lain," tuturnya.

"Kedua, berdasarkan konpers yang dilakukan oleh Bu Menlu Retno Marsudi pada Minggu, 2 Februari 2020, mulai tadi malam tepat pukul 00.00 WIB, berlaku penundaan sementara dari dan ke Indonesia, yang berasal dari mainland (China). Sejumlah negara di dunia melakukan hal itu," sambung Fadjroel.

Kendati demikian, Fadjroel mengucapkan terimakasih atas pendapat dari pemerintah China. Dia menegaskan bahwa komoditas lain dari China selain hewan hidup masih diperbolehkan masuk ke Indonesia.

"Pelarangan terhadap jenis komoditas tertentu itu hanya untuk life animal , atau hewan hidup. Tidak disebutkan untuk yang lain," jelasnya.

Diwartakan sebelumnya, Duta Besar China untuk RI, Xiao Qian, menilai Indonesia tak perlu bereaksi berlebihan dalam merespons isu virus korona. Dia berujar Indonesia merupakan mitra perdagangan China.

"Menurut kami dalam situasi ini kita harus tenang, tak perlu terlalu overreact dan memberikan dampak negatif terhadap perdagangan, investasi dan pergerakan orang," ujarnya.

Original Source

Topik Menarik

{
{
{
{
{