Ibu Kota Baru, BKN Kaji Kementerian yang Akan Dipindahkan ke Kalimantan

Berita Terkini | inewsid | Published at Senin, 19 Agustus 2019 - 08:24
Ibu Kota Baru, BKN Kaji Kementerian yang Akan Dipindahkan ke Kalimantan

JAKARTA, iNews.id - Badan Kepegawaian Negara (BKN) tengah melakukan kajian terkait Kementerian dan Lembaga (K/L) mana saja yang akan dipindahkan ke Ibu Kota negara baru di Kalimantan. Pasalnya, tidak semua K/L akan dipindahkan ke Ibu Kota baru.

Kepala BKN Bima Haria Wibisana menjelaskan, dengan adanya perkembangan teknologi yang menghubungkan satu sama lain membuat pelayanan publik suatu Kementerian tidak perlu dilakukan di Ibu Kota. Hal ini kemudian menjadi pertimbangan utama BKN tidak memindahkan seluruh K/L dari DKI Jakarta.

"Tidak wajib pindah itu misalnya saja pelayanan publiknya bisa dilakukan di mana saja di seluruh Indonesia, kan sekarang sudah digital. Itu yang harus ditentukan dulu oleh pemerintah, kami sih sudah mencoba mengantisipasi, kira-kira yang ini harus pindah yang ini bisa di daerah, ini sudah kira-kira," tutur dia di Gedung Djuanda Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (19/8/2019).

Meski demikian, ia memastikan K/L pusat harus berada di Ibu Kota baru. Hal ini mengingat K/L pusat berada di bawah kontrol langsung Presiden.

"Sementara ini kan yang harus ada itu Kementerian Pertahanan, Kementerian Keuangan, Kementerian Hukum dan Ham, Kementerian Agama, itu urusan-urusan yang masih dipegang pemerintah pusat jadi saya kira itu pasti harus perlu dekat pemerintah," tuturnya.

Sementara, untuk badan teknis yang berada di bawah Kementerian dinilai belum perlu untuk dipindahkan ke Ibu Kota baru, seperti halnya BKN.

"Ya mungkin akan ada kantor BKN di sana, tapi apakah semuanya harus pindah itu yang masih kami kaji," katanya.

Bima mengaku, saat ini pihaknya masih melakukan kajian lebih lanjut mengenai apakah seluruh Direktorat dari Kementerian akan dipindahkan atau tidak. Ia mengatakan, ada kemungkinan nanti tidak semua pegawai Direktorat suatu kementerian akan dipindah ke Kalimantan.

"Tapi nanti dalam jabatan seperti apa, kalau semuanya satu direktorat ke sana, atau bisa sebagian saja, dan sebagian lain bisa terkoneksi dengan internet, secara digital, itu masih dalam pertimbangan," ucapnya.

Artikel Asli