Loading...
Loading…
Pujian Korut ke Trump: Berbeda dari Pendahulunya, Sosok yang Bijak dan Berani

Pujian Korut ke Trump: Berbeda dari Pendahulunya, Sosok yang Bijak dan Berani

Berita Terkini | inewsid | Jumat, 27 September 2019 - 01:02

SEOUL, iNews.id - Korea Utara memuji Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebagai orang yang berbeda dari para pendahulunya, serta sosok bijaksana dan berani. Hal itu disampaikan salah satu menteri, di tengah kemungkinan pertemuan puncak terbaru antara kedua pemimpin mereka.

Menurut Penasehat Kementerian Luar Negeri Korea Utara, Kim Kye Gwan, rencana menggelar pertemuan terbaru antara Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sedang hangat dibicarakan di AS.

Pertemuan-pertemuan sebelumnya antara para pemimpin Korea Utara dan AS -di Singapura pada 2018, di Hanoi pada Februari, serta zona demiliterisasi antara Korea Utara dan Korea Selatan pada Juni- menjadi peristiwa bersejarah.

"Pertemuan-pertemuan itu peristiwa bersejarah bagi mereka untuk mengekspresikan keinginan politik guna mengakhiri hubungan bermusuhan antara kedua negara," ujarnya, dalam sebuah pernyataan yang disiarkan KCNA , seperti dilaporkan AFP , Jumat (27/9/2019).

Di saat Korea Utara melakukan upaya tulus untuk membangun kepercayaan sejak pertemuan itu, AS justru melanjutkan latihan militer bersama dengan Korea Selatan dan meningkatkan sanksi terhadap Korea Utara.

"Adalah kenyataan sulit bahwa para politisi di Washington terobsesi dengan pernyataan 'perlucutan senjata-pertama', bahwa Korea Utara dapat mencapai masa depan yang cerah hanya ketika negara itu meninggalkan nuklirnya terlebih dahulu, sanksi berat itulah yang memaksa Pyongyang membuka dialog."

"Ini membuat saya ragu apakah terobosan baru dapat dicapai pada KTT mendatang," kata pejabat itu.

"Namun, saya jadi tahu bahwa Presiden Trump berbeda dari pendahulunya dalam hal politik dan keputusan, dalam pendekatannya terhadap Korea Utara, jadi saya ingin menempatkan harapan saya pada pilihan bijaksana Presiden Trump dan keputusan yang berani."

"Kim Kye Gwan dan kementerian luar negeri Korea Utara akan mengikuti langkah masa depan AS," pernyataan itu menyimpulkan.

Original Source

Topik Menarik

{
{
{
{
{