Loading...
Loading…
Mesir Kembali Bersiap Hadapi Aksi Protes Anti-Presiden Sisi

Mesir Kembali Bersiap Hadapi Aksi Protes Anti-Presiden Sisi

Berita Terkini | inewsid | Jumat, 27 September 2019 - 02:50

KAIRO, iNews.id - Mesir kembali bersiap menghadapi pekan kedua aksi protes yang menentang pemerintahan Presiden Presiden Abdel Fattah Al Sisi, Jumat (27/9/2019). Warga protes atas kesulitan ekonomi dan dugaan korupsi yang dilakukan pemerintahan Sisi.

Dilaporkan AFP, perlawanan terbuka pekan lalu terhadap Sisi dipicu oleh video viral yang diunggah pengusaha Mesir yang diasingkan, Mohamed Ali.

Ali yang kini tinggal di pengasingan di Spanyol mengunggah beberapa video di media sosial yang menuduh Sisi menghambur-hamburkan banyak uang untuk membeli rumah mewah serta menginap di hotel, di saat jutaan warga Mesir hidup dalam kemiskinan.

Terpilih sebagai presiden pada tahun setelah menggulingkan Mohamed Morsi dan Ikhwanul Muslimin dari kekuasaan sebelumnya, Sisi dipandang oleh banyak orang sebagai salah satu tokoh paling otoriter di Timur Tengah.

Ali menyerukan "parade sejuta orang" dan seruan "revolusi rakyat" untuk menggulingkan kepala negara yang tak kenal kompromi itu.

Ali menuduh Sisi membangun istana mewah, di saat warga berjuang menghadapi dampak penghematan dari paket pinjaman 12 miliar dolar Dana Moneter Internasional (IMF).

Dalam beberapa hari terakhir, keamanan di beberapa wilayah ditingkatkan, terutama di Lapangan Tahrir Kairo, pusat pemberontakan saat penggulingan Hosni Mubarak pada 2011.

Lokasi bersejarah itu adalah kunci dari demonstrasi yang pecah pekan lalu. Pengunjuk rasa meneriakkan "Pergi, Sisi!" dan menuduhnya sebagai memimpin rezim militer.

Di samping berjaga di jalan-jalan, pasukan keamanan juga menahan orang-orang yang mereka curigai sebagai dalang kerusuhan, dari wartawan, aktivis hak asasi manusia, dan pengacara.

Dua LSM lokal memperkirakan, sekitar 1.900 orang ditangkap dalam beberapa hari terakhir.

"Sisi telah menjelaskan bahwa dia bermaksud untuk tetap berkuasa untuk beberapa waktu -dan protes tidak akan mengubah hal itu untuknya," kata H Hellyer, seorang rekan senior di Royal United Services Institute di London.

Menurutnya, aksi protes kedua ini kemungkinan akan ditanggapi dengan lebih keras oleh Sisi.

Pada Agustus 2014, lebih dari sebulan setelah Sisi menggulingkan Morsi, polisi membubarkan dua kubu yang bentrok dan menewaskan sekitar 800 orang.

Original Source

Topik Menarik