Loading...
Loading…
Dikecam karena Serang Suriah, Erdogan: Apa karena Turki Anggota NATO Berpenduduk Muslim?

Dikecam karena Serang Suriah, Erdogan: Apa karena Turki Anggota NATO Berpenduduk Muslim?

Berita Terkini | inewsid | Senin, 14 Oktober 2019 - 11:58

ANKARA, iNews.id - Presiden Recep Tayyip Erdogan mengecam negara-negara Eropa dan Barat yang mengkritik Turki karena menyerang Suriah.

Tak sekadar mengecam, Prancis, Jerman, dan Italia, menangguhkan pengiriman senjata ke Turki sebagai respons atas serangan tersebut.

Erdogan pun mempertanyakan balik motivasi mereka berbalik mendukung milisi Kurdi yang disebutnya sebagai teroris karena merongong pemerintahan Turki dengan memberontak.

"Kepada siapa Anda berpihak, kepada sekutu Anda di NATO atau teroris? Mereka tidak bisa menjawab. Mereka tidak mungkin memahami tujuan dan alasan dari apa yang mereka lakukan. Saya berpikir, apakah ini karena Turki merupakan satu-satunya negara anggota NATO yang penduduknya muslim?" kata Erdogan, dikutip dari AFP , Senin (14/10/2019).

Para menteri luar negeri Uni Eropa, dalam pertemuan di Luxemberg hari ini menyuarakan keprihatinan dan kecaman atas serangan Turki terhadap pasukan Kurdi di utara Suriah. Namun Uni Eropa tak bisa berbuat banyak karena kewenangan mereka terbatas.

Beberapa negara Eropa termasuk Jerman dan Prancis menghentikan ekspor senjata ke Turki dan beberapa lainnya seperti Italia mendorong larangan resmi dari Uni Eropa.

Baca Juga :
33 Tentara Turki Tewas di Suriah, NATO Gelar Pemebicaraan Darurat

Namun beberapa negara Uni Eropa mendesak agar persoalan ini tidak mengobarkan hubungan dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Pertemuan itu pun tampaknya tidak akan menyetujui tindakan konkret terhadap Turki.

"Kami tidak memiliki kekuatan sihir tetapi yang bisa kami lakukan adalah menekan semua kemungkinan untuk menghentikan tindakan ini," kata Menteri Luar Negeri Spanyol Josep Borrell.

Spanyol akan mendukung embargo senjata seluruh Eropa terhadap Turki, namun dia ragu akan mendapatkan dukungan bulat dari 28 negara Uni Eropa.

Menlu Jerman Heiko Maas mengatakan serangan yang dilakukan mitranya di NATO tersebut mengancam peningkatan kemajuan menuju tercapainya solusi politik atas perang saudara di Suriah, di mana milisi Kurdi saat ini mau bergabung dengan pemerintah Presiden Bashar Al Assad.

Namun Maas menegaskan penting untuk tetap berdialog dengan Turki agar bisa mengubah sikapnya.

Original Source

Topik Menarik