Loading...
Loading…
AS Desak Facebook dan Twitter Blokir Sementara Akun Medsos Presiden Iran

AS Desak Facebook dan Twitter Blokir Sementara Akun Medsos Presiden Iran

Berita Terkini | inewsid | Minggu, 24 November 2019 - 07:39

WASHINGTON, iNews.id - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mendesak perusahaan platform media sosial Facebook, Instagram, dan Twitter, memblokir sementara akun para pemimpin Iran.

Permintaan itu disampaikan terkait pemblokiran akses internet di Iran yang sudah berlangsung lebih dari sepekan terkait unjuk rasa menentang kenaikan harga BBM.

Ini merupakan rezim yang sangat munafik. Internet dimatikan, namun pemerintah masih tetap bisa menggunakan semua akun media sosial," kata Brian Hook, perwakilan khusus AS untuk Iran, dalam wawancara dengan Bloomberg , sebagaimana diunggah di akun Twitter Deplu AS.

Jadi, salah satu yang kami minta adalah perusahaan media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter untuk memblokir akun Pemimpin Tertinggi Khamenei, Menteri Luar Negeri Zarif, dan Presiden Rouhani, sampai mereka mengaktifkan kembali internet untuk rakyat mereka, ujarnya lagi, seperti dlaporkan kembali AFP , Minggu (24/11/2019).

Demonstrasi meletus di Iran sejak 15 November, beberapa jam setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM hingga 200 persen. Iran dilanda krisis ekonomi parah sejak AS memberlakukan sanksi baru, setelah Donald Trump memutuskan keluar dari kesepakatan nuklir yang diteken pada 2015, di masa pemerintahan Barack Obama.

Pada 16 November, otoritas Iran membatasi akses internet dalam upaya menekan penyebaran video kekerasan saat unjuk rasa.

Iran mematikan internet karena mereka berusaha menyembunyikan angka kematian dan tragedi yang disebabkan kekerasan rezim terhadap ribuan pengunjuk rasa di seluruh negeri," kata Hook.

Pemerintah Iran mengklaim lima orang telah tewas selama unjuk rasa, namun organisasi HAM Amnesty International menyebut jumlah korban tewas lebih dari 100 orang.

Sementara itu Facebook dan Instagram sejauh ini belum memberikan komentar. Namun Twitter menegaskan tak akan mengomentarinya.

Pada Jumat, Pemerintah AS menjatuhkan sanksi kepada menteri komunikasi Iran Mohammad Javad Azari Jahromi karena diangap berperan dalam melakukan sensor besar-besaran dengan mematikan internet.

Menlu AS Mike Pompeo pun mengajak warga Iran yang menyaksikan langsung kekerasan oleh pemerintah untuk mengirim dokumentasi mereka ke AS. Dia berjanji akan menjatuhkan sanksi atas pelanggaran yang dilakukan para pejabat.

Original Source

Topik Menarik

{
{