Loading...
Loading…
Pemerintah Aceh Anggarkan Rp1,39 Miliar untuk Beli Senjata Api

Pemerintah Aceh Anggarkan Rp1,39 Miliar untuk Beli Senjata Api

Berita Terkini | okezone | Selasa, 07 Januari 2020 - 12:29

BANDA ACEH - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh mengalokasikan belanja sekitar Rp 1,39 miliar untuk pengadaan senjata api, amunisasi, brankas, dan gudang penyimpananya, dalam Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2020.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh, Ir Syahrial, MT mengatakan, senjata api dan amunisi tersebut akan digunakan Polisi Hutan (Polhut) dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dalam rangka pengamanan hutan dan operasi ilegal logging di Aceh.

Polhut dan PPNS kita dilengkapi senjata tajam dan bayonet dalam menjalankan tugas berat dan penuh resiko di tengah rimba selama ini, kata Syahrial, Senin (6/1/2020) malam.

Syahrial menambahkan Polisi hutan diberi kewenangan oleh perundang-undangan menggunakan senjata api tipe tertentu untuk pengamanan hutan, Polhut juga dilatih di Sekolah Polisi Negara (SPN) Seulawah sebagai Polisi Khusus (Polsus).

Polhut Aceh pernah memiliki senjata api, namun karena Aceh dilanda konflik bersenjata, senjata api Polhut pun ditarik kembali oleh pihak Kementerian Kehutanan. Sejak itulah Polhut Aceh yang sebanyak 123 orang, PPNS 30 orang, dan PAMHUT sebanyak 1770 orang, selama ini bersenjata tajam dan bayonet dalam melaksanakan tugasnya.

Baca Juga :
Penyergapan Kriminal Bersenjata di Aceh, 1 Pelaku Ditangkap 3 Tewas dan 1 Kritis

Bertugas di tengah rimba raya tanpa senjata, selain penuh resiko, juga kurang efektif saat berhadapan dengan para pembalakan liar, tegas Syahrial.

Meski pun demikian, tambahnya, petugasnya tak menenteng senjata tiap hari. Senjata api itu hanya dipakai saat operasi tindak pidana kehutanan saja, dan ada prosedur pencatatan waktu penggunaannya. Pada tahun 2020 ini pihak DLHK berencana mengadakan 16 pucuk senjata laras pendek dan 16 pucuk senjata laras panjang, melalui koordinasi dengan Polda Aceh.

Kami sudah berkoordinasi dengan Polda untuk pengadaan dan perizinannya, ujarnya.

Original Source

Topik Menarik