Loading...
Loading…
Mahasiswa Harvard Walk Out Saat Dubes Israel Bicara

Mahasiswa Harvard Walk Out Saat Dubes Israel Bicara

Berita Terkini | sindonews | Rabu, 29 Januari 2020 - 09:50

WASHINGTON - Aksi solidaritas terhadap Palestina muncul di berbagai tempat seiring tindakan Israel memperluas pemukiman Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem.

Puluhan mahasiswa Harvard Law School walk out saat Duta Besar Israel Dani Dayan bicara tentang Strategi Hukum Pemukiman Israel pada November lalu.

Video yang merekam kejadian ini masih viral hingga sekarang. Di akun Twitter @_SJPeace_, video itu telah ditonton lebih dari 1,3 juta kali hingga sekarang.

"Dubes Israel diundang untuk berbicara di Harvard Law School tentang legitimasi pemukiman Israel di wilayah pendudukan. Saat dia mulai bicara, semua mahasiwa Harvard Law berdiri dan pergi sebagai solidaritas pada Palestina," ungkap StanceGrounded dalam akun Twitternya @_SJPeace_.

The Israeli ambassador was invited to give a talk at Harvard Law School about the legitimacy of the Israeli settlements in the occupied territories. As he started his talk, all the Harvard Law students got up & left in solidarity with Palestine ????

SALUTE

pic.twitter.com/ZWZVKeknuU StanceGrounded (@_SJPeace_) January 28, 2020

Saat keluar meninggalkan ruangan kuliah itu, para mahasiswa mengangkat tulisan "Pemukiman adalah kejahatan perang".

Baca Juga :
Belasan Mahasiswa Korsel Panjat Pagar Rumah Dubes AS di Seoul, Desak Pasukan AS Pergi

Dayan menyebut para mahasiswa yang walk out itu sebagai "sekelompok pecundang" dalam tweet setelah kuliahnya tersebut. Dayan melanjutkan pidato meski ruangan itu hampir kosong dan hanya dihadiri beberapa orang saja.

Para mahasiswa menegaskan kekecewaannya pada Israel yang terus membangun pemukiman ilegal. "Saya kecewa bahwa Harvard Law School membiarkan jenis propaganda ini untuk proyek kolonial demi akumulasi dengan bingkai sebagai 'legal'," tegas mahasiswa yang menggalang aksi itu pada Komite Solidaritas Palestina Harvard College (HCPSC).

"Ini tidak hanya terlibat tapi juga tidak jujur," ungkap mahasiswa itu.

Dayan merupakan Konsul Jenderal Israel di New York yang mendorong pendirian pemukiman Israel di Tepi Barat."Mari biar jelas, ada konsensus komunitas internasional bahwa pemukiman Israel ilegal sesuai hukum internasional dan melanggar Konvensi Jenewa Keempat," ungkap mahasiswa itu.

Original Source

Topik Menarik