Loading...
Loading…
Sebelum Ditemukan Tewas di Gorong-Gorong, Siswi Berseragam Pramuka Hilang Hampir Sepekan

Sebelum Ditemukan Tewas di Gorong-Gorong, Siswi Berseragam Pramuka Hilang Hampir Sepekan

Berita Terkini | okezone | Selasa, 28 Januari 2020 - 22:04

TASIKMALAYA - Sebelum ditemukan tewas dalam gorong-gorong di depan sekolahnya, DS diketahui sudah hilang dan tidak pulang hampir sepekan, tepatnya sejak Kamis 23 Januari 2020 sore. Keluarga pun bertanya-tanya karena DS belum juga sampai di rumah seperti biasanya meskipun jam sekolah sudah berakhir.

Dia tidak pulang sejak Kamis sore atau usai pulang sekolah, kata salah satu anggota keluarga korban, Ade Munir (56), melansir iNews.id , Selasa (28/1/2020).

Lantaran khawatir pada kondisi DS, keluarga sempat mendatangi sekolah untuk menanyakan keberadaan DS. Mereka bahkan meminta pihak sekolah menunjukkan rekaman CCTV yang ada di sekolah untuk melihat kondisi DS terakhir di sana.

Namun, pihak sekolah menolak permintaan keluarga dengan alasan harus terlebih dahulu mendapat rekomendasi dari polisi. Keluarga akhirnya melaporkan anak hilang ke Mapolsek Mangkubumi, pada Jumat 24 Januari 2020, karena DS belum juga pulang ke rumah.

Karena kami tidak tahu di mana DS dan sekolah juga tidak tahu, kami akhirnya melaporkan DS ke polisi, tuturnya.

Korban akhirnya ditemukan tewas di gorong-gorong depan sekolahnya, di Kecamatan Mangkubumi, Tasikmalaya, Senin 27 Januari 2020. Kronologi penemuan mayat DS berawal dari penjaga sekolah yang mencium bau amis di gorong-gorong.

Baca Juga :
Tren Narkoba Meningkat di Eropa, Pengguna Kokain di London Tertinggi

Setelah dia memeriksa, dia pun kaget menemukan ada sosok mayat manusia di sana yang belakangan diketahui DS, siswi sekolah itu yang hilang sejak Kamis lalu. Korban DS ditemukan masih memakai seragam pramuka dan ada tas sekolahnya di sana. Tubuhnya dalam kondisi melipat.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Dadang Sudiantoro mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab kematian DS. Hasil pemeriksaan di lapangan, belum diketahui ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Polisi membutuhkan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian DS. Untuk kepentingan penyelidikan kasus kematian misterius ini, polisi juga telah meminta kepada keluarga agar mengizinkan polisi mengautopsi jenazah DS.

Korban sudah dievakuasi ke rumah sakit. Kami memohon kepada keluarga korban agar DS bisa diautopsi. Autopsi diperlukan untuk memastikan penyebab kematiannya, ucap Dadang.

Original Source

Topik Menarik

{