Loading...
Loading…
Sensus Penduduk 2020 Gandeng BSSN untuk Antisipasi Serangan Siber

Sensus Penduduk 2020 Gandeng BSSN untuk Antisipasi Serangan Siber

Berita Terkini | inewsid | Kamis, 13 Februari 2020 - 19:30

JAKARTA, iNews.id Sensus Penduduk pada 2020 akan melibatkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Pelibatan ini untuk mengantisipasi serangan atau gangguan-gangguan siber sekaligus memastikan keamanan data.

Sekretaris Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) I Gede Suratha mengatakan, BSSN akan mengecek dan memantau setiap aplikasi yang digunakan sebagai media Sensus Penduduk 2020. Hal ini agar setiap detail informasi yang terdiri atas data diri tidak bocor ke ranah publik.

"Jangan sampai ada data bocor ada. Karena itu, BSSN mengecek aplikasi-aplikasi yang dibangun untuk pencatatan sipil," ujarnya Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk "SP2020 : Satu Data Indonesia" yang digelar Kemenkominfo dan SINDO Media, Kamis (13/2/2020).

Dia menuturkan, keamanan data sangat penting karena seluruh registrasi penduduk yang dimiliki oleh Kemendagri sudah diserahkan untuk dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Dengan kata lain terdapat informasi pribadi 267 juta warga Indonesia ke BPS sebagai modal utama dalam melakukan Sensus Penduduk 2020.

Sensus Penduduk 2020 akan diselenggarakan BPS mulai 15 Februari-31 Maret 2020. Berbeda dari tahun-tahun sebelum, pencatatan data kependudukan ini dilakukan secara online.

Baca Juga :
Jelang Sensus 2020, Kemendagri Jamin Keamanan Data Penduduk

Tak hanya itu, perbedaan dengan tahun sebelumnya yang terakhir dilakukan pada 2010, pada kali ini menggunakan metode kombinasi yakni data registrasi yang relevan dengan sensus yang dilengkapi dengan sampel survei.

Setelah Sensus Online pada Februari-Maret 2020, akan dilanjutkan pada sensus wawancara pada Juli 2020. Sementara bagi yang tidak terdata via online, tahap berikutnya pendalaman data kependudukan secara sampling pada April 2021.

Sensus Penduduk 2020 dilakukan untuk menghasilkan data kependudukan yang akurat, mutakhir, dan terbaru. Data kependudukan yang akurat dan lengkap menjadi bagian yang sangat penting bagi perencanaan pembangunan nasional maupun pengambilan kebijakan di segala bidang.

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Margo Yuwono mengatakan, Sensus Penduduk 2020 juga akan mengatasi kesimpangsiuran data selama ini. Kesimpangsiuran itu mengakibatkan kebijakan tidak optimal.

Menurut dia, tujuan sensus yaitu menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi dan karakteristik penduduk Indonesia menuju Satu Data Kependudukan Indonesia, baik secara de facto maupun de jure.

Baca Juga :
Awas! Bank Bobol Karena Serangan Siber, Bisa Berdampak Sistemik

Original Source

Topik Menarik