Loading...
Loading…
Riset INSIS: Lihai Respons Isu, 32 Politikus Muda Ini Warnai Pemberitaan di Media

Riset INSIS: Lihai Respons Isu, 32 Politikus Muda Ini Warnai Pemberitaan di Media

Berita Terkini | inewsid | Selasa, 28 Januari 2020 - 07:12

JAKARTA, iNews.id - Institut Riset Indonesia (INSIS) memaparkan hasil riset tentang politikus muda di DPR. Hasilnya menunjukkan, ada 32 politikus muda yang mewarnai pemberitaan di 6 media massa yang dijadikan unit analisis.

Sementara itu, ada 9 politikus milenial yang dikutip sebagai narasumber berita. Riset simultan dilakukan sebagai bahan evaluasi 3 bulan anggota DPR usai dilantik awal Oktober 2019.

Politikus berusia 31-40 tahun dikutip sebagai narasumber di 533 tema publikasi. Sementara itu ada sembilan (9) politikus milenial yang dikutip namanya sebagai narasumber di 42 tema publikasi, ujar peneliti INSIS Wildan Hakim, di Jakarta, Senin (27/01/2020).

Dia menuturkan, untuk kategori politikus muda, nama seperti Andre Rosiade dari Fraksi Partai Gerindra dan Achmad Baidowi dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendominasi pemberitaan di media massa. Andre terhitung 138 kali muncul di pemberitaan media massa. Sedangkan Baidowi muncul 128 kali.

Disusul kemudian, Saleh Partaonan Daulay dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dikutip sebanyak 36 kali dan Mulan Jameela dari Fraksi Partai Gerindra dikutip sebanyak 32 kali.

Baca Juga :
INSIS Sebut Politisi Millenial Belum Lihai Kelola Isu

Kemunculan istri musisi Ahmad Dani sebagai narasumber berita ini tidak bisa dilepaskan dari faktor profesinya sebagai penyanyi dan selebriti, ucapnya.

Sementara kategori politikus milenial, Hillary Brigita Lasut dari Fraksi Partai Nasdem menjadi sosok yang paling banyak disebut dalam pemberitaan yakni 21 kali. Disusul Dyah Roro Esti Widya Puteri dari Fraksi Partai Golkar sebanyak 5 kali. Kemudian, Puteri Anetta Komaruddin dari Fraksi Partai Golkar, Arkanata Akram dari Fraksi Partai Nasdem dan Farah Puteri Nahlia dari Fraksi PAN hanya muncul 3 kali dalam pemberitaan.

Dari pendataan media massa ini INSIS ingin membuktikan bahwa komunikasi politik para politikus milenial belum menunjukkan tren positif. Kemampuan politikus milenial dalam merespons isu yang kemudian dijadikan materi berita di media massa masih perlu diasah. Politikus milenial kalah moncer dengan politikus muda yang begitu lihai merespons isu dan menjadikan sosok mereka terkenal di mata para jurnalis, katanya.

Peneliti INSIS lainnya, Dian Permata mengungkapkan, keberadaan media massa dan anggota DPR tidak bisa dipisahkan. Keduanya saling memengaruhi dan saling membutuhkan satu sama lain.

Baca Juga :
Mulan Jameela Masuk Top 10 News Maker

Menurutnya, anggota DPR memerlukan media massa untuk mengintervensi agenda politik mereka kepada pemerintah. Sebaliknya, media massa memerlukan anggota DPR untuk menyampaikan agenda publik yang sedang ramai diperbincangkan.

Titik singgungnya di situ. Keduanya saling membutuhkan karena keduanya memiliki agenda setting masing-masing. Terlebih lagi jika berkaitan dengan tupoksi anggota DPR di sisi pengawasan pemerintah, kata Dian.

Original Source

Topik Menarik