Loading...
Loading…
Presiden Jokowi Kembali Ancam Copot Pangdam-Kapolda yang Lamban Atasi Karhutla

Presiden Jokowi Kembali Ancam Copot Pangdam-Kapolda yang Lamban Atasi Karhutla

Berita Terkini | okezone | Kamis, 06 Februari 2020 - 11:58

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan Pangdam dan Kapolda untuk sigap menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Jika tidak, maka jabatan mereka akan dicopot. Peringatan Jokowi kepada pejabat pertahanan-keamanan ini bukan yang pertama, melainkan sudah kesekian kalinya.

"Aturannnya saya ulang, mudah-mudahan masih pada ingat. Yang lama mungkin ingat, yang baru mungkin belum tahu. Khusus TNI dan Polri yang wilayahnya ada kebakaran besar, hati-hati Pangdamnya, hati-hati Kapoldanya, hati-hati Danrem, hati-hati Dandim, hati-hati Kapolresnya," kata Jokowi saat memberikan arahan di Rakornas Pengendalian Karhutla 2020 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/2/2020).

"Tegas saya sampaikan, pasti saya telepon ke Panglima, ke Kapolri kalau ada kebakaran di wilayah kecil agak membesar, saya tanya Dandimnya sudah dicopot belum. Kalau sudah membesar pasti saya tanyakan, Pangdam sama Kapolda sudah diganti belum," sambung dia.

Jokowi menuturkan, aturan main pencopotan pejabat TNI-Polri yang gagap menangani karhutla di daerah sudah dimulai sejak 2016 dan berlaku hingga kini. Ia ingin para pejabat yang baru menempati posisi tersebut mengetahui aturan main yang sudah disepakati pemerintah.

Baca Juga :
Jokowi Tekankan Upaya Pencegahan dalam Mengatasi Kebakaran Hutan

"Ini aturan main sejak 2016 dan berlaku sampai sekarang. Supaya yang baru-baru tahu semuanya. Kalau nyopot gubernur, bupati, wali kota enggak bisa. Bedanya di situ saja," imbuh Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi juga pernah mengingatkan Pangdam-Kapolda yang lamban menangani karhutla akan dicopot dari jabatannya. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan menelepon langsung Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian. Sehingga, bila terjadi karhutla Kapolda dan Pangdam bisa langsung dicopot.

"Saya kemarin sudah telepon Panglima TNI, saya minta copot yang tidak bisa mengatasi. Saya telepon lagi, 3 atau 4 hari yang lalu kepada Kapolri, copot kalau nggak bisa mengatasi kebakaran hutan dan lahan," tegasnya, di Istana Negara, Jakarta, Selasa 6 Agustus 2019 lalu.

Original Source

Topik Menarik