Loading...
Loading…
Turki Gempur Pasukan Suriah Setelah 22 Tentaranya Tewas Diserang Tentara Rezim Assad

Turki Gempur Pasukan Suriah Setelah 22 Tentaranya Tewas Diserang Tentara Rezim Assad

Berita Terkini | inewsid | Jumat, 28 Februari 2020 - 07:44

ANKARA, iNews.id - Turki melancarkan serangan balasan ke Idlib, Suriah, setelah 22 tentaranya tewas akibat gempuran pasukan rezim Bashar Al Assad pada Kamis (27/2/2020).

Direktur Komunikasi Presiden Recep Tayyip Erdogan, Fahrettin Altun, mengatakan, serangan dilancarkan ke semua pertahanan Suriah.

"Semua target rezim (Bashar Al Assad) telah diketahui dan akan terus diserang dari udara dan darat," kata Altun, dikutip dari AFP .

Dia juga mendesak komunitas internasional untuk memenuhi tanggung jawab mereka yakni menghentikan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan rezim Assad. Seperti diketahui, serangan udara Suriah yang dibantu Rusia di Idlib juga menewaskan banyak warga sipil.

"Kami tidak bisa berdiri dan menonton peristiwa masa lalu di Rwanda serta Bosnia Herzegovina terulang hari ini di Idlib," tuturnya, seraya menegaskan, aktivitas militer Turki di Suriah akan terus berlanjut.

Turki memiliki pasukan lokal di Suriah yang memberontak terhadap rezim Assad. Mereka menjaga 12 pos keamanan di Idlib yang didirikan berdasarkan kesepakatan tahun 2018 dengan Rusia dalam upaya mencegah serangan pasukan Assad.

Namun kesepakatan itu tak dihormati Assad yang terus melancarkan serangan dengan alasan untuk merebut kota yang menjadi benteng terakhir kelompok pemberontak.

Dengan tewasnya 22 tentara ini, maka Turki telah kehilangan 42 prajurit di Idlib sepanjang Februari 2020.

Sementara itu pemimpin Pakta Pertahanan Atlantik Utara NATO Jens Stoltenberg mengutuk serangan udara rezim Assad dan Rusia.

"Stoltenberg mengutuk serangan udara terus-menerus tanpa pandang bulu oleh rezim Suriah dan sekurunya Rusia di Provinsi Idlib, dan mendesak mereka menghentikan serangan untuk menghormati hukum internasional dan untuk mendukung upaya PBB dalam mencari solusi damai," kata Stoltenberg, saat berbincang dengan Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu.

Dia mendesak semua pihak menahan diri untuk menghindari semakin parahnya situasi yang sudah memburuk dan mengerikan ini.

Original Source

Topik Menarik

{
{
{
{
{