MNC Pictures Rilis Sinetron 99 Nama Cinta, Tayang Spesial Ramadan 2026
Rumah produksi ternama di Indonesia MNC Pictures kembali menunjukkan taringnya dalam industri hiburan Tanah Air dengan merilis sinetron 99 Nama Cinta yang tayang di bulan suci Ramadan tahun ini.
Dibintangi Dimas Anggara, Yuriska Patricia, Isel Fricella, Carlo Milk, Maura Gabrielle, Laura Abbas Jackson, Elgi Purnama, Ayya Renita, Andhara Early, Lilis Suganda dan Rahman Yacob film itu tayang perdana pada Kamis, 19 Februari 2026,
Sinetron 99 Nama Cinta mulai menemani suasana Ramadan para penonton dengan menghadirkan nuansa religi yang menggugah. Apalagi, sinetron ini diadaptasi dari film dengan judul yang sama dan sebelumnya telah diproduksi juga oleh MNC Pictures.
Baca juga: Resmi Tayang di RCTI, Banyak Jalan Menuju Surga Jadi Debut Spesial Lono Abdul Hamid
Sang Sutradara, Deni Pusung mengungkapkan bahwa proyek garapan MNC Pictures ini memiliki nilai emosional tersendiri bagi dirinya dan seluruh tim yang terlibat. Hal itu dikarenakan proyek tersebut tayang di bulan suci Ramadan."Buat saya program ini agak spesial karena dikerjakan dan tayangan di Ramadan, ibadah buat kita semua. Senang sekali juga bekerja sama dengan aktor-aktor yang hebat sih menurut saya," ungkap Deni dalam penayangan perdana sinetron 99 Nama Cinta.
Hal serupa juga turut dirasakan oleh manajemen MNC Pictures. Hesti Yudiarti selaku Eksekutif Produser mengungkapkan bahwa dirinya tidak bisa berkata-kata atas karya yang telah dihasilkan. Apalagi, sinetron tersebut diproduksi dengan jerih payah dan semangat para kru serta pemain yang sama-sama melewati rasa lelah dan tantangan yang ada.
Baca juga: Syukuran Tayang Perdana Amanah Wali 8, Ismet Bangga Main Bareng Buyung Malelo
"Jujur ada rasa deg-degan, ada rasa bahagia, haru, pokoknya semua tuh campur aduk. Sebelum mulai lebih lanjut, saya mau ucap satu kata dulu, saya mau ucapin terima kasih buat semua kerja keras tim untuk effortnya, untuk capeknya, untuk begadangnya, untuk sikap profesionalisme, walaupun kadang kondisinya enggak ideal, itu aku ucapkan terima kasih banget," kata Hesti.
Maka dari itu, ia mengajak agar semua kru dan pemeran bisa terus kompak dan melewati berbagai rintangan. Sebab, karya tersebut merupakan hasil kerja keras semua kru dan pemain hingga bisa dinikmati oleh para penonton di layar kaca.“Terus ke depannya kita pasti ada rintangan-rintangan segala macam. Mungkin nanti akan ada rating share turun, naik ada mungkin nanti ada komentar netizen, akan ada lagi jadwal yang padat, akan ada lagi ya apapun. Kalau apapun masalahnya, saya cuma minta kita harus saling kompak, kita harus saling menghargai apapun itu,” tambah dia.
Dimas Anggara, yang didapuk sebagai pemeran utama pria bernama Kiblat, mengaku sangat senang atas dukungan yang diberikan oleh MNC Pictures dalam proses produksi. Ia berharap sinetron ini bisa dinikmati dan diterima dengan baik oleh para penonton di layar kaca dan juga masyarakat.
“Alhamdulillah seru, saya enggak nyangka kalau misalkan ternyata akan heboh dan seramai ini. Saya senang dan bangga bisa ikut serta dalam proyek ini. Mudah-mudahan diterima dengan baik oleh masyarakat," tutur Dimas.
Sinetron ini menceritakan kisah cinta dan pengabdian antara dua karakter dari latar belakang yang berbeda. Dimas Anggara memerankan tokoh Kiblat, seorang putra kiai yang baru saja menyelesaikan studi agamanya di Kairo. Ia kembali ke tanah air dengan tanggung jawab besar untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan pesantren milik ayahnya.
Di sisi lain, Yuriska Patricia berperan sebagai Talita, merupakan seorang perempuan karier yang bekerja sebagai presenter sekaligus produser televisi. Sosok Talita digambarkan sebagai wanita yang gigih, tegas, dan berambisi menjadi entertainer sukses, namun memiliki luka masa lalu yang membuatnya trauma dalam urusan asmara.Tantangan dalam memerankan sosok Kiblat tentu ada, Dimas menceritakan bahwa peran sebagai Kiblat memberikan tantangan tersendiri yang bersifat spiritual. Ia mengaku harus ekstra hati-hati dalam melafalkan istilah-istilah agama dan hukum Islam agar tidak terjadi kesalahan makna. "Tantangannya ada pada beberapa kata atau hukum Islam yang harus saya pelajari. Saya benar-benar takut salah melafalkannya karena ini masalah yang sensitif dan membawa batin," ujar dia.
Namun, tantangan tersebut justru akan menjadi hal yang menarik dari sinetron ini. Sebab, konsep ceritanya yang terinspirasi dari 99 Asmaul Husna dan di setiap episode akan membawa pesan dari satu nama baik Allah tersebut. "Harus banget nonton karena ada 99 episode. Setiap episode akan mengupas satu nama (Asmaul Husna). Jadi masih banyak kejutan di depan," tambah Dimas.
Sementara itu, Yuriska Patricia yang berperan sebagai Talita menyebut bahwa perbedaan karakter antara dua tokoh utama menjadi satu hal yang menarik dan justru menjadi keseruan tersendiri dalam cerita sinetron 99 Nama Cinta. "Perbedaan karakter inilah yang memicu konflik seru. Bukan sekadar bikin kesal, tapi ada sisi lucunya juga," ucap Yuriska.
Menurutnya, sinetron ini tidak hanya menyajikan drama percintaan akibat perjodohan orang tua, namun juga menyelipkan edukasi agama yang kental. Hal itu bisa dilihat dalam adegan kunci ketika tokoh Talita tidak malu untuk belajar tajwid dan cara membaca Al-Qur'an dengan benar langsung dari Kiblat meski dirinya telah dewasa.
“Bahkan di sini ceritanya Talya ini yang umurnya 28 tahun aja dia akhirnya mau untuk masih belajar Al-Qur'an, masih belajar Al-Qur'an dan diajarinnya sama ustad kiblatnya langsung. Di situ juga banyak sih diajarin tentang diajarin bahkan tentang tajwid, tentang apa tuh namanya eh cara baca Al-Qur'an benar,” papar dia.
Yuriska berharap karya ini tidak hanya sekedar sukses secara rating atau panjang secara episode, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi penonton. “Semoga ke depannya sinetron ini menjadi sinetron yang getah juga bukan cuma panjang episodenya antara lain yang bagus tapi berkah buat kita semua yang nonton yang yang menjalankan itu juga,” pungkas Yuriska.
Sinetron 99 Nama Cinta produksi MNC Pictures ini menjadi sinetron yang tidak menawarkan hiburan semata, namun juga memberikan pesan religi yang kuat meski dibalut dengan kisah asmara.










